lelah ku mencari.
tak jua kudapati sebab hilangnya senyum di wajahmu.
hingga ku temukan sebuah benda yang menunjukkan siapa keparat yang membuat duka bergelayut murung di paras manismu.
marahku tak terkira.
tanganku mengepal.
serapah terhunus diujung lidah.
kutikam dia diam,
kuludahi dia tertawa,
kupukul dia tak mengelak,
hingga lelahku.
kusadari wajah itu.
wajah yg terpatri dalam cermin di hadapku.
Tuesday, March 24, 2009
Thursday, February 19, 2009
janji.
janjiku tak janjikan rembulan di pangkuanmu.
janjiku tak janjikan bintang kejora di malam2mu.
janjiku tak janjikan harapan setinggi gunung.
janjiku tak janjikan jaminan kapal tak limbung.
janjiku akan mencongkel setiap mata yang menghinakan senyum-mu.
janjiku akan membunuh setiap lelaki yang mendekatimu.
janjiku akan hidup di dalam darah.
bersatu dalam degupan jantung.
janjiku itu saja.
untuk menguncimu erat dalam ruangan kecil,
bernama hati.
janjiku tak janjikan bintang kejora di malam2mu.
janjiku tak janjikan harapan setinggi gunung.
janjiku tak janjikan jaminan kapal tak limbung.
janjiku akan mencongkel setiap mata yang menghinakan senyum-mu.
janjiku akan membunuh setiap lelaki yang mendekatimu.
janjiku akan hidup di dalam darah.
bersatu dalam degupan jantung.
janjiku itu saja.
untuk menguncimu erat dalam ruangan kecil,
bernama hati.
harap.
tak ku-harap tuk berpisah
tak ku-ingin tuk sendiri
jalani hari
menyusur sepi
saat kau pergi
tinggalkan seraut rindu berbalut senyum
yang selalu hadir ketika malam tiba
yang selalu tiada ketika pagi menjelang
hari ketika kita bersama adalah silam
hari ketika ku jelang tanpamu disisiku adalah kelam
khilaf terjadi bukan karena inginku
sesal yang kurasa tak pernah kuharap
biarkan aku terlelap
biarkan...
karena senyummu adalah candu
ceriamu adalah energi bagi hidupku
dan ketika semua sirna
biarkan aku terlelap
biarkan...
karena di alam khayalku
di istana mimpiku
kau tetap satu yang selalu ada
kau tetap ada untuk setia
terbersit harap inginkan kau kembali
ingin menjaga dan saling berbagi
terlintas angan
inginkan kau ada disini
temani gundahku teduhkan gelisahku
tapi senyummu bukan untukku lagi
biarkan aku terlelap
biarkan...
karena di istana mimpiku
kau selalu tersenyum
merangkai tawa dengan bahagia yang selalu kita bagi
jangan biarkan aku terjaga
jangan biarkan.
tak ku-ingin tuk sendiri
jalani hari
menyusur sepi
saat kau pergi
tinggalkan seraut rindu berbalut senyum
yang selalu hadir ketika malam tiba
yang selalu tiada ketika pagi menjelang
hari ketika kita bersama adalah silam
hari ketika ku jelang tanpamu disisiku adalah kelam
khilaf terjadi bukan karena inginku
sesal yang kurasa tak pernah kuharap
biarkan aku terlelap
biarkan...
karena senyummu adalah candu
ceriamu adalah energi bagi hidupku
dan ketika semua sirna
biarkan aku terlelap
biarkan...
karena di alam khayalku
di istana mimpiku
kau tetap satu yang selalu ada
kau tetap ada untuk setia
terbersit harap inginkan kau kembali
ingin menjaga dan saling berbagi
terlintas angan
inginkan kau ada disini
temani gundahku teduhkan gelisahku
tapi senyummu bukan untukku lagi
biarkan aku terlelap
biarkan...
karena di istana mimpiku
kau selalu tersenyum
merangkai tawa dengan bahagia yang selalu kita bagi
jangan biarkan aku terjaga
jangan biarkan.
bunga matahari dan sang kodok.
layaknya makhluk Tuhan yang lain, aku pun ingin mencinta.
pun dirimu berbeda jauh dengan diriku.
semangatmu menantang matahari.
yang tak pernah berhenti ku kagumi.
dalam lubang persebunyian-ku yg pengap..
menanti hujan jatuh dan basahi taman tempatmu bermain.
impianku selalu.
untuk melihat pelangi di kala senja bersamamu.
pun dirimu berbeda jauh dengan diriku.
semangatmu menantang matahari.
yang tak pernah berhenti ku kagumi.
dalam lubang persebunyian-ku yg pengap..
menanti hujan jatuh dan basahi taman tempatmu bermain.
impianku selalu.
untuk melihat pelangi di kala senja bersamamu.
hamba sahaya.
hamba sahaya tak terhinakan.
dalam dekapan gadis manja nan riang.
hamba sahaya terbahagiakan.
ketika sang puteri memberinya harapan.
hamba sahaya tetaplah sahaya.
saat mentari jatuh dan pucuk purnama tinggal setengah.
dalam dekapan gadis manja nan riang.
hamba sahaya terbahagiakan.
ketika sang puteri memberinya harapan.
hamba sahaya tetaplah sahaya.
saat mentari jatuh dan pucuk purnama tinggal setengah.
Monday, September 24, 2007
konfrontasi ruang rindu
aku ingin menjauh.
tapi tak ingin lari dari semua ini.
aku ingin menjadi tiada.
tapi tak ingin kalah.
aku tak mengerti cinta.
bahagianya candu.
membuatku lemah.
dan menghamba akan kasih.
ingin sekuat baja.
ingin tak mengenal cinta.
ingin sendiri.
tapi ingin berarti.
ingin dihargai.
ingin dicintai.
hanya ingin dimengerti.
bisakah kita duduk dibawah purnama dan bercerita ttg mimpi..
bisakah kita duduk dibawah purnama dan kau melihatku sebagai aku seutuhnya?
benarkah aku kekasihmu?
benarkah kau mencintaku?
benarkah aku berarti?
aku bercerita,mengeluh katamu.
//
cinta.
bahagianya adalah candu.
membuatku menghamba akan kasih.
saat ku ingin sendiri.
mengapa tak kau mengerti.
ruang untuk diri yg selalu sepi.
aku sesungguhnya.
mudahnya kita menangis.
mudahnya kita menjadi lemah.
mudahnya kita merasa sudah memberikan yang terbaik.
sedang jalan masih panjang..
cerita masih banyak yang ingin kita rangkai.
mudahnya mencari salah.
merasa diri selalu memberi.
//
cinta.
bahagianya adalah candu.
selalu membuat kita menuntut lebih.
aku muak.
muak dengan semuanya.
aku muak jatuh di hadapanmu.
aku muak bersalah di matamu.
aku muak.
terlalu muak.
bisakah kau mengerti?
atau kau hanya akan menangis?
aku mencintamu.
aku merindumu.
tidakkah itu cukup bagimu.
kujaga hatiku.
tapi secuil pun tak pernah kau hargai.
adakah kau menganggap cinta sebagai barang?
yg dengan gampang bisa kau dapatkan di pasar?
inginnya ku mati.
agar kau tau aku ada.
tapi tak ingin lari dari semua ini.
aku ingin menjadi tiada.
tapi tak ingin kalah.
aku tak mengerti cinta.
bahagianya candu.
membuatku lemah.
dan menghamba akan kasih.
ingin sekuat baja.
ingin tak mengenal cinta.
ingin sendiri.
tapi ingin berarti.
ingin dihargai.
ingin dicintai.
hanya ingin dimengerti.
bisakah kita duduk dibawah purnama dan bercerita ttg mimpi..
bisakah kita duduk dibawah purnama dan kau melihatku sebagai aku seutuhnya?
benarkah aku kekasihmu?
benarkah kau mencintaku?
benarkah aku berarti?
aku bercerita,mengeluh katamu.
//
cinta.
bahagianya adalah candu.
membuatku menghamba akan kasih.
saat ku ingin sendiri.
mengapa tak kau mengerti.
ruang untuk diri yg selalu sepi.
aku sesungguhnya.
mudahnya kita menangis.
mudahnya kita menjadi lemah.
mudahnya kita merasa sudah memberikan yang terbaik.
sedang jalan masih panjang..
cerita masih banyak yang ingin kita rangkai.
mudahnya mencari salah.
merasa diri selalu memberi.
//
cinta.
bahagianya adalah candu.
selalu membuat kita menuntut lebih.
aku muak.
muak dengan semuanya.
aku muak jatuh di hadapanmu.
aku muak bersalah di matamu.
aku muak.
terlalu muak.
bisakah kau mengerti?
atau kau hanya akan menangis?
aku mencintamu.
aku merindumu.
tidakkah itu cukup bagimu.
kujaga hatiku.
tapi secuil pun tak pernah kau hargai.
adakah kau menganggap cinta sebagai barang?
yg dengan gampang bisa kau dapatkan di pasar?
inginnya ku mati.
agar kau tau aku ada.
harap dalam doa seorang bajingan
ya rabb, adakah Kau ciptakan wanita ini untuk menemani stiap langkah
dalam hidupku
Kau tau bahwa begitu dalam rasa cintaku padanya, begitu besar rasa sayangku untuknya
ya rabb, jika Kau menciptakannya untukku maka tunjukkanlah jalan agar kami dapat bersatu,
jika tidak, ikhlaskanlah hatiku dalam menerima suratanmu,
karena hati ini hanyalah hati manusia biasa yang rentan akan rasa iri, dengki, dan benci..
wahai Zat yang menciptakan adam & hawa dan menjadikan cinta sebagai pengikat diantara keduanya,
jika cinta ini pada akhirnya tak berbalas, maka cukupkanlah baginya untuk mengetahui bahwa disini
ada seseorang yang menyayanginya dengan sangat, maka demi cinta yang ingin kuberikan padanya,
jika akhirnya hati ini tak dapat bersatu, maka jadikanlah cinta ini sebagai api penjaga bagi hatinya,
jika ia disakiti, jika ia tidak terlindungi, maka izinkanlah cinta yang bersemayam di hatiku ini untuk
kembali menghangatkan jiwanya yang membeku, memoleskan kembali senyum diwajahnya yang ayu,
merentaskan duka yang tergurat di paras manisnya..
dalam hidupku
Kau tau bahwa begitu dalam rasa cintaku padanya, begitu besar rasa sayangku untuknya
ya rabb, jika Kau menciptakannya untukku maka tunjukkanlah jalan agar kami dapat bersatu,
jika tidak, ikhlaskanlah hatiku dalam menerima suratanmu,
karena hati ini hanyalah hati manusia biasa yang rentan akan rasa iri, dengki, dan benci..
wahai Zat yang menciptakan adam & hawa dan menjadikan cinta sebagai pengikat diantara keduanya,
jika cinta ini pada akhirnya tak berbalas, maka cukupkanlah baginya untuk mengetahui bahwa disini
ada seseorang yang menyayanginya dengan sangat, maka demi cinta yang ingin kuberikan padanya,
jika akhirnya hati ini tak dapat bersatu, maka jadikanlah cinta ini sebagai api penjaga bagi hatinya,
jika ia disakiti, jika ia tidak terlindungi, maka izinkanlah cinta yang bersemayam di hatiku ini untuk
kembali menghangatkan jiwanya yang membeku, memoleskan kembali senyum diwajahnya yang ayu,
merentaskan duka yang tergurat di paras manisnya..
Subscribe to:
Posts (Atom)
